Thursday, March 2, 2017

Guru Pria Dibius, Diculik dan Diperkosa oleh Empat Wanita

by on 10:58 PM

DewaKiuKiu — Seorang guru diculik, dibius dan diperkosa oleh empat perempuan di Lupane, Zimbabwe.

Usai melakukan aksinya, mereka meninggalkannya tanpa sehelai pakaian di tubuhnya, dan beberapa luka memar. Kejadian ini berlangsung usai guru pria ini diberi tumpangan di mini-bus.

Dikutip dari dailymail.co.uk, pria yang tidak disebutkan namanya ini, diyakini berada di umur 20 tahun-an. Ia mengatakan kepada polisi, jika ia dilecehkan oleh keempat perempuan ini.
Jadi bagaimana sih kejadiannya?

"Sopir tiba-tiba berhenti dan salah satu wanita cepat menutup matanya, sementara yang lain memegang kaki dan tangannya. Orang itu mengatakan mereka memaksanya untuk minum minuman dari botol dan dia pingsan," ucap di kepolisian setempat yang dekat dengan penyelidikan.

Para wanita ini diduga bergantian 'menyerang' sang pria dan mengambil air maninya.

Petugas menyelidiki kasus yang terjadi di Lupane, Zimbabwe ini, yang telah memperlakukan pria sebagai serangan tidak senonoh.

Pria yang kemudian dibawa ke Rumah Sakit St Luke tersebut mengatakan, jika saat itu ia hendak pergi ke Bulawayo dan ia masuk mobil Toyota Quantum dengan plat nomor dari Afrika Selatan.

Kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi, pada tahun 2011 pengendara pria di jalan antara Gweru dan Harare juga mendapatkan perlakuan yang sama dari tiga orang wanita. Dan ketiganya berhasil ditangkap.
Tahun lalu, sekitar tiga perempuan juga pernah dilaporkan menculik seorang pria di Bulawayo, dan memaksanya untuk berhubungan intim sebelum mereka menghilang tanpa jejak.

Inspektur Eglon Nkala pun langsung turun tangan, dan ia berupaya untuk memecahkan kasus terbaru ini.

Cukup menyeramkan juga, ya...

Begini Asal Mula Tradisi Makan 3 Kali Sehari

by on 12:24 AM


DewaKiuKiu — Pernahkah terpikirkan olehmu, kenapa kita diajarkan untuk makan sebanyak 3 kali sehari? Kenapa tidak dua? Atau empat? Atau bahkan 10? Berikut ini sejarahnya, seperti dilansir tim DewaKiuKiu dari berbagai sumber.

Denice Winterman dari BBC menyediakan jawaban atas pertanyaan tersebut dengan membuat laporan tentang sejarah singkat bagaimana masyarakat terdahulu menemukan dan kemudian membiasakan sarapan, makan siang, dan makan malam. Sebuah "struktur makan", yang menurut Denice, tak ada sebelum masyarakat mulai beranjak modern.

Rupanya, sarapan atau makan pagi tak ada dalam kamus masyarakat era Kekaisaran Romawi. Mereka biasa makan sehari sekali saat sekitar tengah hari. Dalam wawancara dengan Winterman, sejarawan makanan Caroline Yeldham, berkata bahwa rakyat Romawi dulu terobsesi dengan sistem pencernaan tubuh dan menganggap makan lebih dari sekali dalam sehari sebagai tanda keserakahan.



Pada era setelahnya, pola makan terpengaruh oleh tinggi pesatnya tingkat religiusitas di Eropa dan mulai ada kebiasaan untuk makan di jam-jam pagi, meski tak sepagi sekarang. Jelang abad 17, dipercaya masyarakat Eropa dari segala kelas sosial makin terbiasa sarapan di jam yang lebih awal dari sebelumnya. Semuanya bermula dari kebiasaan orang kaya di Inggris. Hingga tahun 1740-an, mulai muncul ruangan khusus sarapan di rumah-rumah bangsawan Eropa.

Revolusi Industri di Inggris pada pertengahan abad 19 mengubah masyarakat menjadi lebih modern. Salah satu ciri modernitas adalah gaya hidup yang terstruktur alias berpola. Untuk urusan sarapan juga demikian. Para pekerja dipatok jam kerja yang ketat, maka mereka membiasakan sarapan untuk mengisi tenaga sepanjang hari. Semua pekerja melakukannya tanpa kecuali, bahkan bos-bos mereka.

Pada 1920 dan 1939, pemerintah negara-negara di Eropa, yang kemudian menyebar ke Amerika Serikat dan negara lain, mulai mempromosikan pentingnya sarapan, namun Perang Dunia II membuat akses menuju sarapan amat susah. Keadaan kembali normal dan masyarakat dunia bisa kembali mengakses sarapan dengan layak usai PD II selesai. Di Eropa dan AS sendiri, sarapan dengan menu kopi instan, roti tawar, dan sereal mulai populer.

Beralih ke makan siang, salah satu teori lahirnya kata “lunch” diyakini berasal dari kata Anglo-Saxon lawas “nuncheon” yang berarti “makan cepat di antara dua waktu makan dengan sesuatu yang bisa kamu pegang di tangan”. Menurut Yeldam, kebiasaan ini dilestarikan hingga akhir abad 17. Teori lain berkata bahwa “lunch” berasal dari kata “nuch” yang digunakan sekitar abad 16 dan 17 untuk menyebut roti berukuran besar.



Namun, di antara sekian teori, kebiasaan rakyat Prancis untuk “souper” di abad ke-17 lah yang membentuk apa yang hari ini kita sebut makan siang. Kala itu rakyat Prancis untuk makan makanan ringan saja di kala malam sehingga makan berat dialihkan ke waktu siang. Kebiasaan modis ini kemudian diterapkan oleh bangsawan Inggris dan menyebar ke rakyat jelata.

Revolusi Industri juga ternyata berpengaruh besar, lho. Pola makan rakyat kelas menengah dan bawah didefinisikan oleh jam kerja. Banyak pekerja yang menghabiskan waktu dari pagi hingga sore untuk membanting tulang, sehingga makan siang adalah sesuatu yang sama pentingnya dengan sarapan. Meski waktunya mepet, mereka akan tetap mengusahakannya.

Kebiasaan ini melahirkan produksi dan penjualan kue pie di sekitar pabrik. Pie, dan makanan cepat saji lain, akhirnya menjadi menu favorit karena tak mungkin para pekerja mengandalkan menu “slow food” di tengah beban kerja yang berat.

Akibat kebiasaan yang demikian populer, pada abad ke-19, restoran-restoran dengan menu beragam muncul. Para pekerja, berkat perjuangan aktivis buruh, juga disediakan waktu jam makan siang selama satu jam. Namun perang dunia yang pecah di tahun 1939 membuat pola makan siang agak terganggu.

Pasca-perang, era 1950-an, kafe semakin banyak. Produksi roti, terutama untuk makan siang, semakin besar sehingga harganya juga makin murah. Proses produksi ini disebut dengan istilah “The Chorleywood Process.”
Roti isi kemudian populer untuk makan siang, terutama yang bisa dibeli cepat dan dibawa ke tempat kerja. Dahulu berbeda seperti sekarang. Meski harus lanjut kerja, dulu para pekerja masih santai saat menyantap makan siang. Kini, dengan persaingan dan beban kerja yang makin intens, semua terasa makin terburu-buru.



Saat pekerja merasa kelelahan usai bekerja seharian, sore menjelang malam menjadi waktu yang tepat untuk mulai beristirahat. Kondisi lelah inilah yang kemudian memunculkan kebiasaan makan malam. Kebiasaan “full meal” dianggap hadiah yang pantas dinikmati usai seharian mencari nafkah. Malam juga waktu yang tepat untuk keluarga berkumpul, sehingga mulai era 1950-an, mulai ada kebiasaan untuk makan malam bersama keluarga.

Menurut profesor sekaligus sejarawan dari Yale University, Paul Freedman, kebiasaan makan sehari tiga kali lebih untuk urusan sosial-budaya ketimbang biologis. Editor buku “Food: The History of Taste” itu berkata kepada HowStuffWorks bahwa munculnya pola makan tiga kali sehari sesederhana karena orang-orang nyaman dengan kebiasaan ini, dan kebiasaan ini berlangsung hingga sekarang, meskipun ada beberapa orang yang sengaja tidak makan siang atau makan malam karena kesibukan sehari-hari.

Wednesday, March 1, 2017

Lima Orang yang Terlahir dengan Kemampuan Bagai Superhero

by on 10:19 PM


DewaKiuKiu — Superhero, seperti yang kita tahu, merupakan orang-prang yang memiliki kemampuan khusus dan melebihi manusia biasa pada umumnya. Superhero dipercaya hanya merupakan khayalan saja, tetapi benarkah demikian? Nyatanya, ada lho orang-orang di dunia nyata yang memiliki kemampuan ala superhero!

Siapa sajakah mereka??

Berikut adalah kelimanya, seperti dilansir DewaKiuKiu dari berbagai sumber.

1. Zhou Ting-Jue




Zhou Ting-Jue adalah seorang grand master Kung Fu, Tai Chi, dan Qigong. Pria tua ini sangat terkenal di dunia berkat kemampuan ajaibnya yang luar biasa. Mirip dengan superhero, dengan kekuatan tenaga dalamnya ia bisa menghasilkan panas dari telapak tangannya. Bahkan, panas yang dihasilkan dari telapak tangannya dikabarkan hampir mencapai titik didih! Dia juga dikenal memiliki kemampuan untuk memindahkan bobot tubuhnya dari kaki ke dadanya.

2. Stephen Wiltshire




Pria satu ini dikenal dengan julukan “Human Camera” alias manusia kamera. Stephen Wiltshire ini memiliki kemampuan luar biasa. Ia dikenal memiliki memori yang luar biasa. Dia bisa menggambar lanskap pemandangan hanya dengan mengandalkan ingatannya. Kemampuannya ini mengejutkan dunia ketika ia berhasil menggambar lanskap kota New York setelah dia diajak naik helikopter selama 20 menit di atas kota Big Apple.

3. Dean Karnazes




Manusia satu ini punya kekuatan layaknya seekor kuda. Dean Karnazes sanggup berlari selama lebih dari 3 hari 3 malam nonstop. Hebatnya lagi, dia tak membutuhkan tidur atau berhenti dari larinya!! Kemampuan spesial Dean ini dipengaruhi oleh kondisi fisiologis yang memungkinkan tubuhnya kuat untuk bekerja tanpa istirahat dalam waktu yang panjang.

4. Shakutala Devi




Shakutala Devi memiliki otak yang super cerdas dalam hal mengolah angka. Bahkan dia pernah mengalahkan komputer UNIVAC dengan memproses 12 detik lebih cepat. Kemampuannya dalam menghitung cepat mulai disadari ayahnya sejak Shakuntala masih berusia 3 tahun. Kemampuannya tercatat dalam buku rekor dunia tahun 1982. Ketika itu ia berhasil mengalikan dua angka yang jumlahnya masing masing 13 digit: 7.686.369.774.870 x 2.465.099.745.779. Shakuntala pun sanggup menjawabnya (18.947.668.177.995.426.773.730) dalam waktu 28 detik.

5. Veronica Seider



Wanita kelahiran Jerman Barat tahun 1951 ini dianugerahi penglihatan super seperti teleskop. Ia sanggup melihat benda sejauh 1,6 km tanpa bantuan teleskop!

Sebagai perbandingan saja manusia normal mempunyai ketajaman visual 20/20, sedangkan Veronica punya ketajaman visual 20/2. Penglihatannya ini sebanding dengan teleskop. Bahkan dia dapat mengatur saat melihat warna konstituen, yang berfungsi untuk membentuk warna dalam set TV berwarna.

Seni Modern Jepang, Bisa Mendengarkan 'Suara Salju'

by on 2:13 AM
Seni Modern Jepang, Bisa Mendengarkan Suara Salju

DewaKiuKiu — Sudah bukan rahasia lagi di dunia kalau artis (Baca: Seniman) Jepang memang memiliki level kreativitas yang berbeda dari yang lainnya, salah satunya adalah Keiko Honma yang menampilkan karyanya di Tokamachi Perfektur Niigata sejak 25 Februari sampai dengan 12 Maret mendatang dengan tema karya "Mendengarkan Suara Salju".

"Karyanya memang sangat unik artis seni modern ini. Dengan bingkai-bingkai yang ada lalu lima lintang garis-garis di tengah tempat bersalju lebat ini, menghasilkan suara salju di tengah desiran dan turunnya salju yang lebat," papar Hiroo Ishiguchi, aktivis dari NPO Echigo-Tsumari Satoyama Tokamachi Perfektur Niigata kepada DewaKiuKiu.com, Selasa (28/2/2017).

Karyanya tersebut dengan mudah menjadikan sebuah lagu apabila kita kepalkan salju pada garis-garis lima baris tersebut, dari jauh akan kelihatan seperti not-not balok membentuk sebuah nyanyian.
"Dengan not not balok terekat pada tali-tali, orang yang tidak mendengar pun melihat not not balok itu dapat melihat not-not balok dan mengimajinasikan seolah mendengarkan suara atau nyanyian lagu di tengah salju lebat ini," tambahnya.

Karya-karya tersebut bukan hanya berasal dari artis (seniman) Jepang saja, tetapi juga artis dunia, seperti dari Finlandia, Taiwan dan sebagainya dipamerkan saat ini di kota Tokamachi perfektur Niigata yang menarik ribuan pengunjung saat ini. Mereka biasanya datang dalam bentuk kelompok-kelompok, termasuk wisatawan Jepang sendiri dari berbagai kota.

Karya para artis Jepang memang mendominasi festival seni modern (gendai art) di kota tersebut sampai dengan 12 Maret mendatang, dapat dilihat dengan bebas di beberapa tempat. Namun bagi yang tak terbiasa dengan salju mungkin membutuhkan fokus lebih dan perhatian penuh untuk mencapai beberapa tempat karya seni tersebut, karena berada di atas bukit yang bersalju tebal setinggi sekitar satu meter!

Sepatu pun berupa boot khusus yang masih harus diikatkan pula pada sebuah rotan memutari telapak kaki kita, agar memiliki kekuatan mencakar kaki pada salju lebih baik pada salju yang empuk saat matahari tak bersinar penuh, tapi juga menjadi licin saat matahari bersinar penuh, membuat kita mudah slip jatuh bila tidak hati-hati berjalan menuju lokasi karya seni modern tersebut.

Tuesday, February 28, 2017

Kucing Tiga Warna Jantan Berharga 30 Juta Yen di Jepang!

by on 11:52 PM
Kucing Tiga Warna Jantan Berharga 30 Juta Yen di Jepang

DewaKiuKiu — Banyak yang mengatakan, kucing tiga warna adalah kucing rejeki.
Di Jepang, Maneki Neko patung kucing tiga warna memanggil-manggil agar banyak tamu datang dan toko banyak rezeki, sehingga biasanya dipajang di bagian depan toko, khususnya di kasir. Tapi kucing 3 warna asli yang hidup terutama jantan, berharga 30 juta yen di Jepang.
"Mahal sekali karena kucing tiga warna jantan sangat jarang sekali di Jepang," papar Rei Kobayashi pemilik One Love Pet Shop Jepang.

Hal ini dibenarkan dokter binatang Yamamoto Soushin, pemilik Tokyo Cat Specialists, "Kucing 3 warna pada umumnya, 99,9% adalah betina, sangat jarang sekali yang jantan. Jadi memang sangat mahal sekali harganya di Jepang," ungkapnya membenarkan.

Kucing belang tiga, kucing tiga warna, kucing telon, kucing kaliko atau kucing belacu adalah kucing domestik yang memiliki warna putih dengan warna belang dari dua warna lain, yaitu warna oranye dan hitam.
Di luar Amerika Utara, pola ini lebih biasa disebut dengan sebutan Calico atau tempurung-kura-kura-dan-putih. Sedangkan di provinsi Quebec, mereka kadang-kadang menyebutnya dengan sebutan chatte d'Espagne (bahasa Perancis untuk kucing (betina) dari Spanyol').
Nama lain dari kucing ini adalah belang-belang, tiga warna, mikeneko (bahasa Jepang untuk kucing tiga warna).

Ada juga yang menyebutnya lapjeskat (bahasa Belanda untuk 'kucing belang').
Kucing belang tiga dengan warna dilusiannya dipanggil dengan sebutan kucing "kalimanko" atau "harimau dahan".
Kadang-kadang, kucing belang tiga dikombinasikan dengan pola bulu kucing. Kucing belang tiga dengan belang tabby disebut dengan "kalibi".

"Belang tiga" ini sendiri, hanya merujuk pada pola warna pada bulu kucing, bukan termasuk ras kucing, ya. Ras kucing yang dapat memiliki belang tiga adalah ras Manx, American Shorthair, British Shorthair, Persia, Japanese Bobtail, Exotic Shorthair dan Turkish Van.

Penentuan genetik dari beberapa warna bulu pada kucing ini ternyata berhubungan dengan kromosom X. Kucing belang tiga hampir selalu dimiliki oleh kucing betina, sehingga kucing jantan dengan belang tiga menjadi langka, dan umumnya hal ini karena kucing jantan memiliki gangguan vitalitas dan hampir semua kucing jantan dengan tiga warna adalah mandul.
Kecacatan ini terjadi akibat lebihnya kromosom X pada kucing jantan, yaitu memiliki kromosom XXY.
Kucing jantan memiliki kromosom Y, sedangkan betina adalah X.
Kucing jantan yang normal memiliki kromosom XY, sedangkan betina normal adalah XX.

Genetik kucing yang menyebabkan warna bulu berwarna oranye atau hitam terkandung dalam kromosom X. Setiap kucing betina yang normal memiliki dua kromosom X, yang berarti kromosom kucing betina adalah XX. Karena memiliki kromosom XX, maka kucing betina dapat memiliki dua warna sekaligus, yaitu oranye dan hitam.
Sedangkan, kucing jantan normal mempunyai kromosom XY, yang berarti hanya memiliki satu kromosom X. Karena memiliki satu kromosom X, maka kucing jantan hanya dapat memiliki satu warna saja bukan dua warna sekaligus seperti kucing betina, yaitu warna oranye atau hitam.

Kemudian, bulu berwarna putih atau yang disebut dengan and white bukan lah gen warna, namun ia adalah gen modifikasi yang tidak terpengaruh dengan kromosom seks (kromosom X dan Y).

Kucing Tortoiseshell (kucing warna hitam dan oranye) yang telah memiliki dua warna ini akan berubah menjadi calico jika terdapat gen modifikasi "white spotting"Kucing Tortoiseshell dengan sedikit atau tanpa warna putih cenderung memiliki bulu belang-belang bercampur.
Namun, semakin banyak warna putih, maka semakin terpisah warna hitam dan merahnya dan tidak bercampur.
Semakin banyak gen putih pada kucing, maka warna hitam-merah pada kucing semakin terpisah dan tidak bercampur

Kucing belang tiga diyakini membawa keberuntungan dalam cerita rakyat dari berbagai budaya.
Di Amerika Serikat, kadang-kadang kucing ini disebut dengan kucing uang.
Bahkan patung kucing bernama Maneki Neko dari Jepang yang diyakini membawa keberuntungan ini juga memiliki tiga warna (kucing belang tiga) pada bulunya.
Selain itu, kucing belang tiga juga adalah kucing yang terkenal di negara bagian Maryland di Amerika Serikat.

Bagi sahabat DEWA yang memiliki kucing tiga warna seperti ini, mungkin boleh mencoba menjualnya di Jepang dengan harga selangit tersebut,

Tetapi TAHUKAH kamu kalau ternyata masih ada cara lain untuk mendapatkan HOKI dan BONUS yang besar dan pastinya jelas (Bukan janji palsu)? ^_^
Caranya adalah mengunjungi page kami di: www.dewakiukiu.com, mendaftar (Gratis), dan bermain bersama RIBUAN DEWA lainnya!

Silahkan langsung daftar dan rasakan sendiri bagaimana sensasi yang berbeda menjadi seorang DEWA di DewaKiuKiu.com yang tidak bisa kamu dapatkan di tempat lain ^^

Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui contact kami yang tersedia, dan akan langsung dilayani oleh para CS unggulan selama 24 jam!
Website: www.dewakiukiu.com
Pin: 33428C8D
WeChat: dewakiukiu
WhatsApp: +8559262762654
Instagram: dewakiukiu99
Facebook: dewakiukiu1

Beginilah Penampakan dari Kaldron Obor Olimpiade Jepang 2020

by on 9:29 PM
Kaldron Obor Olimpiade Jepang 2020 Beginilah Bentuknya

DewaKiuKiu — Memang sampai saat ini belum diumumkan dan masih dirahasiakan bagaimana bentuk dari kaldron obor api Tokyo 2020'>Olimpiade Tokyo 2020 di Jepang nanti.
Namun usulan telah diajukan dan dukungan kuat telah muncul untuk bentuk tungku masak jaman Jomon Jepang, satu-satunya yang ditemukan dan kini di simpan di kota Takamachi perfektur Niigata, dinamakan Jomon Yukihomura (JH).

"Benda JH ini adalah warisan nasional Jepang yang hanya satu-satunya ditemukan di Jepang dan dilestarikan saat ini di Museum Takamachi ini," papar Direktur Museum Tokamachi, Seechi Sano, khusus kepada DewaKiuKiu kemarin (27/2/2017). ^^

Memang diakui belum ditentukan dan belum diumumkan, karena ini rahasia sekali dan dipastikan baru nanti mendekati penyelenggaraan Olimpiade barulah diumumkan seperti apa bentuk kaldron Olimpiade 2020 mendatang.

"Namun saya yakin JH ini akan terpilih sebagai kaldron Olimpiade 2020, karena punya dua hal penting. Selain sebagai warisan nasional Jepang, juga sebagai lambang perdamaian bersama sesuai dengan tujuan olimpiade mendatang," tambahnya.
Masyarakat Jepang jaman Jomon yaitu sekitar 14.000 tahun lalu sebelum masehi menggunakan JH sebagai tungku tempat masak untuk kepentingan bersama, untuk kebahagiaan bersama, untuk perdamaian bersama supaya bisa hidup bersama dengan baik, jelasnya.

Dengan JH tersebut yang saat ditemukan masih 90% utuh, menjadi saksi sejarah sangat nyata akan jiwa perdamaian yang dimiliki bangsa Jepang sejak zaman dahulu kala.
"Sebenarnya yang ditemukan ada enam benda purbakala zaman Jomon tersebut. Namun yang berbentuk seperti ini untuk tungka masak hanya satu dan yang lain bentuk manusia zaman Jomon," paparnya.

Melihat foto-foto saat ditemukannya benda JH ini, dalam posisi terbalik dengan bagian bawah di bagian atas akibat berbagai hal seperti pergeseran kulit bumi, termasuk gempa bumi dan sebagainya.
Lalu bagian bawahnya bekas bakaran dan setelah diteliti di laboratori dipastikan itu adalah tungku memasak makanan jaman Jomon.

Sampai saat ini, JH masih tersimpan baik di Museum Tokamachi dan belum tahu apakah akan dibawa ke tempat olahraga atau tidak pada tahun 2020 karena memang sangat sensitif sekali, gampang pecah.
"Yang pasti benda JH ini pernah dibawa dan dipajang ke museum di Smithsonian di Washington DC Amerika Serikat, lalu juga dipajang di museum di Paris, lalu museum di Inggris dan satu negara lain lagi, maaf saya lupa. Sedangkan Oktober 2017 mendatang akan dipajang di museum nasional di Kyoto," jelasnya.

Monday, February 27, 2017

Melihat Lebih Dekat Nokia 3310 Edisi Baru

by on 11:03 PM

DewaKiuKiu — Kelahiran kembali Nokia 3310 disambut antusias oleh banyak orang. Ponsel yang terjual 126 juta unit itu dihadirkan kembali oleh Nokia dan HMD Global untuk memberikan penghargaan kepada pelanggan setia Nokia.

Meski tak mengusung konsep smartphone alias telepon pintar, Nokia 3310 edisi terbaru hadir dengan desain baru dan warna warni yang menarik perhatian.

Nah, ingin melihat lebih dekat Nokia 3310 baru ini? :D

Berikut DewaKiuKiu tampilkan foto-foto Nokia 3310 edisi baru yang melenggang di ajang Mobile World Congress (MWC) 2017, sebagaimana dikutip dari laman The Verge, Selasa (28/2/2017).

Nokia 3310 edisi baru tampil dengan desain yang tampak serupa dengan pendahulunya 17 tahun silam, hanya saja Nokia dan HMD Global kini menghadirkan casing warna baru seperti merah tua, kuning, biru tua, dan abu-abu.


Meskipun terlihat mirip dengan Nokia 3310 lawas, namun sebenarnya ponsel yang dibanderol seharga US$ 52 atau sekitar Rp 700 ribuan ini memiliki perbedaan. Misalnya saja bagian layar yang tak lagi monokrom, tetapi sudah lebih berwarna.


Selain itu, keberadaan tombol navigasi yang sebelumnya tak tampak pada Nokia 3310 lawas, kini dihadirkan di Nokia 3310 yang baru. Posisinya ada di tengah tombol terima telepon dan matikan telepon.

Beralih ke sisi samping, Nokia 3310 edisi baru bisa dibilang sangat tipis, yakni hanya 12,88mm. Tak seperti smartphone pada umumnya, tidak ada tombol apapun di tiap sisi Nokia 3310 edisi baru.



Sisi Belakang


Selanjutnya, pada bagian belakang ponsel ini terdapat kamera standar dengan resolusi 2MP dan dukungan sebuah LED flash di sisi kirinya. Tak hanya itu, di atas flash terdapat sebuah speaker. Sementara di bagian bawah terdapat logo Nokia.



Pada sisi atas ponsel, terdapat sebuah port USB yang dapat dipakai untuk mengisi daya ponsel.



Selanjutnya, di sisi bawah Nokia 3310 edisi baru ini bisa dilihat ada sebuah lubang untuk headset.



Bagaimana, berminat nostalgia dengan Nokia 3310 edisi baru ini??

Jika iya, kamu harus rela menunggu lebih lama. Pasalnya, Nokia dan HMD Global baru akan menjual ponsel ini pada kuartal kedua 2017.

DewaKiuKiu Live Chat