Thursday, March 2, 2017

Guru Pria Dibius, Diculik dan Diperkosa oleh Empat Wanita

by on 10:58 PM

DewaKiuKiu — Seorang guru diculik, dibius dan diperkosa oleh empat perempuan di Lupane, Zimbabwe.

Usai melakukan aksinya, mereka meninggalkannya tanpa sehelai pakaian di tubuhnya, dan beberapa luka memar. Kejadian ini berlangsung usai guru pria ini diberi tumpangan di mini-bus.

Dikutip dari dailymail.co.uk, pria yang tidak disebutkan namanya ini, diyakini berada di umur 20 tahun-an. Ia mengatakan kepada polisi, jika ia dilecehkan oleh keempat perempuan ini.
Jadi bagaimana sih kejadiannya?

"Sopir tiba-tiba berhenti dan salah satu wanita cepat menutup matanya, sementara yang lain memegang kaki dan tangannya. Orang itu mengatakan mereka memaksanya untuk minum minuman dari botol dan dia pingsan," ucap di kepolisian setempat yang dekat dengan penyelidikan.

Para wanita ini diduga bergantian 'menyerang' sang pria dan mengambil air maninya.

Petugas menyelidiki kasus yang terjadi di Lupane, Zimbabwe ini, yang telah memperlakukan pria sebagai serangan tidak senonoh.

Pria yang kemudian dibawa ke Rumah Sakit St Luke tersebut mengatakan, jika saat itu ia hendak pergi ke Bulawayo dan ia masuk mobil Toyota Quantum dengan plat nomor dari Afrika Selatan.

Kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi, pada tahun 2011 pengendara pria di jalan antara Gweru dan Harare juga mendapatkan perlakuan yang sama dari tiga orang wanita. Dan ketiganya berhasil ditangkap.
Tahun lalu, sekitar tiga perempuan juga pernah dilaporkan menculik seorang pria di Bulawayo, dan memaksanya untuk berhubungan intim sebelum mereka menghilang tanpa jejak.

Inspektur Eglon Nkala pun langsung turun tangan, dan ia berupaya untuk memecahkan kasus terbaru ini.

Cukup menyeramkan juga, ya...

Begini Asal Mula Tradisi Makan 3 Kali Sehari

by on 12:24 AM


DewaKiuKiu — Pernahkah terpikirkan olehmu, kenapa kita diajarkan untuk makan sebanyak 3 kali sehari? Kenapa tidak dua? Atau empat? Atau bahkan 10? Berikut ini sejarahnya, seperti dilansir tim DewaKiuKiu dari berbagai sumber.

Denice Winterman dari BBC menyediakan jawaban atas pertanyaan tersebut dengan membuat laporan tentang sejarah singkat bagaimana masyarakat terdahulu menemukan dan kemudian membiasakan sarapan, makan siang, dan makan malam. Sebuah "struktur makan", yang menurut Denice, tak ada sebelum masyarakat mulai beranjak modern.

Rupanya, sarapan atau makan pagi tak ada dalam kamus masyarakat era Kekaisaran Romawi. Mereka biasa makan sehari sekali saat sekitar tengah hari. Dalam wawancara dengan Winterman, sejarawan makanan Caroline Yeldham, berkata bahwa rakyat Romawi dulu terobsesi dengan sistem pencernaan tubuh dan menganggap makan lebih dari sekali dalam sehari sebagai tanda keserakahan.



Pada era setelahnya, pola makan terpengaruh oleh tinggi pesatnya tingkat religiusitas di Eropa dan mulai ada kebiasaan untuk makan di jam-jam pagi, meski tak sepagi sekarang. Jelang abad 17, dipercaya masyarakat Eropa dari segala kelas sosial makin terbiasa sarapan di jam yang lebih awal dari sebelumnya. Semuanya bermula dari kebiasaan orang kaya di Inggris. Hingga tahun 1740-an, mulai muncul ruangan khusus sarapan di rumah-rumah bangsawan Eropa.

Revolusi Industri di Inggris pada pertengahan abad 19 mengubah masyarakat menjadi lebih modern. Salah satu ciri modernitas adalah gaya hidup yang terstruktur alias berpola. Untuk urusan sarapan juga demikian. Para pekerja dipatok jam kerja yang ketat, maka mereka membiasakan sarapan untuk mengisi tenaga sepanjang hari. Semua pekerja melakukannya tanpa kecuali, bahkan bos-bos mereka.

Pada 1920 dan 1939, pemerintah negara-negara di Eropa, yang kemudian menyebar ke Amerika Serikat dan negara lain, mulai mempromosikan pentingnya sarapan, namun Perang Dunia II membuat akses menuju sarapan amat susah. Keadaan kembali normal dan masyarakat dunia bisa kembali mengakses sarapan dengan layak usai PD II selesai. Di Eropa dan AS sendiri, sarapan dengan menu kopi instan, roti tawar, dan sereal mulai populer.

Beralih ke makan siang, salah satu teori lahirnya kata “lunch” diyakini berasal dari kata Anglo-Saxon lawas “nuncheon” yang berarti “makan cepat di antara dua waktu makan dengan sesuatu yang bisa kamu pegang di tangan”. Menurut Yeldam, kebiasaan ini dilestarikan hingga akhir abad 17. Teori lain berkata bahwa “lunch” berasal dari kata “nuch” yang digunakan sekitar abad 16 dan 17 untuk menyebut roti berukuran besar.



Namun, di antara sekian teori, kebiasaan rakyat Prancis untuk “souper” di abad ke-17 lah yang membentuk apa yang hari ini kita sebut makan siang. Kala itu rakyat Prancis untuk makan makanan ringan saja di kala malam sehingga makan berat dialihkan ke waktu siang. Kebiasaan modis ini kemudian diterapkan oleh bangsawan Inggris dan menyebar ke rakyat jelata.

Revolusi Industri juga ternyata berpengaruh besar, lho. Pola makan rakyat kelas menengah dan bawah didefinisikan oleh jam kerja. Banyak pekerja yang menghabiskan waktu dari pagi hingga sore untuk membanting tulang, sehingga makan siang adalah sesuatu yang sama pentingnya dengan sarapan. Meski waktunya mepet, mereka akan tetap mengusahakannya.

Kebiasaan ini melahirkan produksi dan penjualan kue pie di sekitar pabrik. Pie, dan makanan cepat saji lain, akhirnya menjadi menu favorit karena tak mungkin para pekerja mengandalkan menu “slow food” di tengah beban kerja yang berat.

Akibat kebiasaan yang demikian populer, pada abad ke-19, restoran-restoran dengan menu beragam muncul. Para pekerja, berkat perjuangan aktivis buruh, juga disediakan waktu jam makan siang selama satu jam. Namun perang dunia yang pecah di tahun 1939 membuat pola makan siang agak terganggu.

Pasca-perang, era 1950-an, kafe semakin banyak. Produksi roti, terutama untuk makan siang, semakin besar sehingga harganya juga makin murah. Proses produksi ini disebut dengan istilah “The Chorleywood Process.”
Roti isi kemudian populer untuk makan siang, terutama yang bisa dibeli cepat dan dibawa ke tempat kerja. Dahulu berbeda seperti sekarang. Meski harus lanjut kerja, dulu para pekerja masih santai saat menyantap makan siang. Kini, dengan persaingan dan beban kerja yang makin intens, semua terasa makin terburu-buru.



Saat pekerja merasa kelelahan usai bekerja seharian, sore menjelang malam menjadi waktu yang tepat untuk mulai beristirahat. Kondisi lelah inilah yang kemudian memunculkan kebiasaan makan malam. Kebiasaan “full meal” dianggap hadiah yang pantas dinikmati usai seharian mencari nafkah. Malam juga waktu yang tepat untuk keluarga berkumpul, sehingga mulai era 1950-an, mulai ada kebiasaan untuk makan malam bersama keluarga.

Menurut profesor sekaligus sejarawan dari Yale University, Paul Freedman, kebiasaan makan sehari tiga kali lebih untuk urusan sosial-budaya ketimbang biologis. Editor buku “Food: The History of Taste” itu berkata kepada HowStuffWorks bahwa munculnya pola makan tiga kali sehari sesederhana karena orang-orang nyaman dengan kebiasaan ini, dan kebiasaan ini berlangsung hingga sekarang, meskipun ada beberapa orang yang sengaja tidak makan siang atau makan malam karena kesibukan sehari-hari.

Wednesday, March 1, 2017

Lima Orang yang Terlahir dengan Kemampuan Bagai Superhero

by on 10:19 PM


DewaKiuKiu — Superhero, seperti yang kita tahu, merupakan orang-prang yang memiliki kemampuan khusus dan melebihi manusia biasa pada umumnya. Superhero dipercaya hanya merupakan khayalan saja, tetapi benarkah demikian? Nyatanya, ada lho orang-orang di dunia nyata yang memiliki kemampuan ala superhero!

Siapa sajakah mereka??

Berikut adalah kelimanya, seperti dilansir DewaKiuKiu dari berbagai sumber.

1. Zhou Ting-Jue




Zhou Ting-Jue adalah seorang grand master Kung Fu, Tai Chi, dan Qigong. Pria tua ini sangat terkenal di dunia berkat kemampuan ajaibnya yang luar biasa. Mirip dengan superhero, dengan kekuatan tenaga dalamnya ia bisa menghasilkan panas dari telapak tangannya. Bahkan, panas yang dihasilkan dari telapak tangannya dikabarkan hampir mencapai titik didih! Dia juga dikenal memiliki kemampuan untuk memindahkan bobot tubuhnya dari kaki ke dadanya.

2. Stephen Wiltshire




Pria satu ini dikenal dengan julukan “Human Camera” alias manusia kamera. Stephen Wiltshire ini memiliki kemampuan luar biasa. Ia dikenal memiliki memori yang luar biasa. Dia bisa menggambar lanskap pemandangan hanya dengan mengandalkan ingatannya. Kemampuannya ini mengejutkan dunia ketika ia berhasil menggambar lanskap kota New York setelah dia diajak naik helikopter selama 20 menit di atas kota Big Apple.

3. Dean Karnazes




Manusia satu ini punya kekuatan layaknya seekor kuda. Dean Karnazes sanggup berlari selama lebih dari 3 hari 3 malam nonstop. Hebatnya lagi, dia tak membutuhkan tidur atau berhenti dari larinya!! Kemampuan spesial Dean ini dipengaruhi oleh kondisi fisiologis yang memungkinkan tubuhnya kuat untuk bekerja tanpa istirahat dalam waktu yang panjang.

4. Shakutala Devi




Shakutala Devi memiliki otak yang super cerdas dalam hal mengolah angka. Bahkan dia pernah mengalahkan komputer UNIVAC dengan memproses 12 detik lebih cepat. Kemampuannya dalam menghitung cepat mulai disadari ayahnya sejak Shakuntala masih berusia 3 tahun. Kemampuannya tercatat dalam buku rekor dunia tahun 1982. Ketika itu ia berhasil mengalikan dua angka yang jumlahnya masing masing 13 digit: 7.686.369.774.870 x 2.465.099.745.779. Shakuntala pun sanggup menjawabnya (18.947.668.177.995.426.773.730) dalam waktu 28 detik.

5. Veronica Seider



Wanita kelahiran Jerman Barat tahun 1951 ini dianugerahi penglihatan super seperti teleskop. Ia sanggup melihat benda sejauh 1,6 km tanpa bantuan teleskop!

Sebagai perbandingan saja manusia normal mempunyai ketajaman visual 20/20, sedangkan Veronica punya ketajaman visual 20/2. Penglihatannya ini sebanding dengan teleskop. Bahkan dia dapat mengatur saat melihat warna konstituen, yang berfungsi untuk membentuk warna dalam set TV berwarna.

Seni Modern Jepang, Bisa Mendengarkan 'Suara Salju'

by on 2:13 AM
Seni Modern Jepang, Bisa Mendengarkan Suara Salju

DewaKiuKiu — Sudah bukan rahasia lagi di dunia kalau artis (Baca: Seniman) Jepang memang memiliki level kreativitas yang berbeda dari yang lainnya, salah satunya adalah Keiko Honma yang menampilkan karyanya di Tokamachi Perfektur Niigata sejak 25 Februari sampai dengan 12 Maret mendatang dengan tema karya "Mendengarkan Suara Salju".

"Karyanya memang sangat unik artis seni modern ini. Dengan bingkai-bingkai yang ada lalu lima lintang garis-garis di tengah tempat bersalju lebat ini, menghasilkan suara salju di tengah desiran dan turunnya salju yang lebat," papar Hiroo Ishiguchi, aktivis dari NPO Echigo-Tsumari Satoyama Tokamachi Perfektur Niigata kepada DewaKiuKiu.com, Selasa (28/2/2017).

Karyanya tersebut dengan mudah menjadikan sebuah lagu apabila kita kepalkan salju pada garis-garis lima baris tersebut, dari jauh akan kelihatan seperti not-not balok membentuk sebuah nyanyian.
"Dengan not not balok terekat pada tali-tali, orang yang tidak mendengar pun melihat not not balok itu dapat melihat not-not balok dan mengimajinasikan seolah mendengarkan suara atau nyanyian lagu di tengah salju lebat ini," tambahnya.

Karya-karya tersebut bukan hanya berasal dari artis (seniman) Jepang saja, tetapi juga artis dunia, seperti dari Finlandia, Taiwan dan sebagainya dipamerkan saat ini di kota Tokamachi perfektur Niigata yang menarik ribuan pengunjung saat ini. Mereka biasanya datang dalam bentuk kelompok-kelompok, termasuk wisatawan Jepang sendiri dari berbagai kota.

Karya para artis Jepang memang mendominasi festival seni modern (gendai art) di kota tersebut sampai dengan 12 Maret mendatang, dapat dilihat dengan bebas di beberapa tempat. Namun bagi yang tak terbiasa dengan salju mungkin membutuhkan fokus lebih dan perhatian penuh untuk mencapai beberapa tempat karya seni tersebut, karena berada di atas bukit yang bersalju tebal setinggi sekitar satu meter!

Sepatu pun berupa boot khusus yang masih harus diikatkan pula pada sebuah rotan memutari telapak kaki kita, agar memiliki kekuatan mencakar kaki pada salju lebih baik pada salju yang empuk saat matahari tak bersinar penuh, tapi juga menjadi licin saat matahari bersinar penuh, membuat kita mudah slip jatuh bila tidak hati-hati berjalan menuju lokasi karya seni modern tersebut.

DewaKiuKiu Live Chat